Master Franchise Management Concept

Kerangka kerja profesional untuk mengubah brand atau usaha potensial menjadi sistem franchise yang tangguh, terstandardisasi, dan siap ditawarkan kepada investor skala besar.

Sinergi Tiga Pilar Utama

Model kami membagi peran strategis menjadi tiga entitas yang saling melengkapi, memastikan pertumbuhan tanpa mengorbankan kualitas kontrol.

1

Brand Owner

Membawa aset bisnis inti dan keunggulan produk yang sudah teruji di pasar.

  • Brand Equity & Identitas
  • Resep & Know-how Produk
  • Intellectual Property
2

Factory Franchise

Penghubung profesional yang membangun sistem dan mengelola performa jaringan.

  • Franchise Development & SOP
  • Marketing & Akuisisi Investor
  • Training & Quality Control
3

Investor / Franchisee

Menyediakan modal dan mengeksekusi operasional harian outlet sesuai standar.

  • Modal Investasi & Aset Outlet
  • Operasional & SDM Lokal
  • Eksekusi SOP Harian

Alur Penciptaan Nilai

BRAND + PRODUKSISTEM + GROWTHCAPITAL + EXECUTIONOMZET & LABA

Struktur Pendapatan & Simulasi Laba

Prinsip utama kami: Investor memperoleh mayoritas laba outlet agar memiliki motivasi ekonomi yang kuat, sementara pengelola dan pemilik merek mendapat kompensasi dari sistem dan royalti.

Model 4 Sumber Pendapatan

Development Fee
Rp10–30 juta/brand untuk Factory Franchise atas jasa standardisasi awal.
Franchise Fee
Dibagi Factory & Brand Owner (contoh 40:60). Dinegosiasikan berdasarkan beban akuisisi.
Management / Royalty Fee
Umumnya 3–5% dari omzet. Dibagi (contoh 60:40) antara Factory dan Brand Owner untuk support berkelanjutan.
Supply Chain Margin
Margin dari pengadaan bahan baku/packaging wajib secara terpusat.

Ilustrasi Pembagian Keuntungan

Contoh: Harga Franchise Rp120jt, Omzet Outlet Rp60jt/bulan

Dari Franchise Fee (Awal)

Factory (40%)Rp48.000.000
Brand Owner (60%)Rp72.000.000

Royalty Bulanan (Misal: 4% Omzet = Rp2,4jt)

Factory (60%)Rp1.440.000
Brand Owner (40%)Rp960.000

Laba Outlet: Hak penuh Investor setelah dikurangi operasional & royalty.

8 Tahap Eksekusi Skala Nasional

1

Seleksi Brand

Audit produk, kelayakan pasar, margin, dan legalitas.

2

Development

Pembuatan SOP, HPP, paket investasi, & manual.

3

Go-to-Market

Campaign, lead generation, dan presentasi proposal.

4

Akuisisi Investor

Seleksi lokasi, feasibilitas, dan tanda tangan perjanjian.

5

Pre-Opening

Peralatan, branding, rekrutmen, dan training staf.

6

Opening

Pendampingan intensif saat soft/grand opening.

7

Monitoring

Audit SOP, QC, sales dashboard, dan corrective action.

8

Scale-Up

Ekspansi teritori dan optimasi supply-chain logistik.

Tata Kelola & Legalitas yang Terjamin

Keamanan ekosistem dijamin melalui kerangka perjanjian multi-pihak yang jelas, mencakup: Agreement Factory ↔ Brand Owner, Agreement Factory ↔ Investor, Agreement Brand ↔ Investor, dan Supply Agreement tersendiri.